puisi-puisi cinta tanah air

Kumpulan Puisi Cinta Tentang Tanah Air 2018

Kumpulan Puisi Cinta Tentang Tanah Air 2018 - Saat ini indonesia sedang dimarakkan tentang adanya atlet-atlet muda yang berprestasi yang sempat terlupakan oleh pemerintah,yang akan kita bahas disini adalah sebuah pusi cinta tanah air yang mungkin mewakili cinta kita terhadap Tanah Air tercinta ini.

Berikut di bawah ini yang berhasil kami rangkum dari berbagai karya anak bangsa tentang puisi cinta tanah air yang sedang pilu dan di uji kecintaannya pada Negara Republik Indonesia saat ini, untuk itu silahkan share sebanyak-banyaknya bila itu perlu, langsung saja simak informasinya berikut di bawah ini.

Cinta Tanah Air


Indonesia
Tempatku dilahirkan
Tempatku dibesarkan
Tempatku dihebatkan

Tumpah darahku
Hijau nan elok wajahmu
Segar ku hirup alirkan merahku
 Limpah Ruah Alammu
Ku jadikan energi putihmu

Negeri kebanggaanku
Takkan ku biarkan
Merahmu direnggut
Takkan ku biarkan
Putihmu ternodai

Kami Putra Putri Bangsa
Siap berkorban jiwa dan raga
Demi gagahnya merahmu
Demi sucinya putihmu

Indonesiaku, Ku Ingin


Indonesiaku,
Kau negeri yang indah
Negeri di mana aku berpijak
Sawah terbentang luas
Gunung menjulang tinggi
Kekayaan alam tiada batas

Enam puluh tahun sudah kau merdeka
Tapi penderitaan belum usai
Belenggu kemiskinan masih mendera
Kita dijadikan kuli-kuli oleh orang asing
Mereka berkuasa,
Sedangkan kita menderita

Reformasi membuat kita bingung
Negara menjadi kacau
Korupsi terjadi di mana-mana
Tawuran merajalela

Wahai Indonesiaku,
Ku ingin kau menjadi Negara yang makmur
Bebas dari segala belenggu
Wahai Indonesiaku,
Ku ingin kau menjadi Negara yang damai
Semua bersatu unuk Indonesia



TANAH BERLIAN


Tanah ku
Tanah kami
Tanah berlian
Yang berkilauan sampai ketanah penjajah
Keindahannya tak tertandingi
Kesuburannya menghasilkan keajaiban
Mengundang yang tak diharapkan

Hancur
Rusak
Terpuruk
Tak berdaya, terjerat ditanah sendiri
Dan waktu
Dengan baiknya membawa semua pergi

Sekian waktu proklamasi dikumandangkan
Tanah ku menciptakan negeri yang kokoh
Dan kini
Kami telah tiba
Pada masa yang lebih mengerikan
Bukan belanda ataupun jepang yang hadir
Tapi jantung yang memakan tubuhnya sendiri
Menyerang dari bawah
Dan siap siaga untuk merobohkannya

Perjuangan para pahlawan tak lagi berarti
Tak lagi berharga
Kekuasaan dan ego
Telah merenggut segalanya.



Terimakasih atas kunjungannya,saya harap kalian suka,dan semoga bermanfaat.

Komentar